Refresh Blog

setelah memutuskan fokus di blog yg wordpress ini,admin memutuskan untuk mengubah theme,diharapkan comment ya untuk mengetahui lebih baik yg hari ini atau kemarin?

semoga para pembaca yg budiman senang dengan perubahan,namun masih banyak refresh di blog ini!makanya baca terus onestopnews ya!

Laptop Berkemampuan Wimax Melenggang


Ilustrasi (.

Baltimore – Bersamaan dengan peluncuran layanan Wimax komersial pertama kali yang disediakan oleh Sprint dengan nama dagang Xohm untuk  negara bagian Baltimore, Amerika Serikat (AS), vendor-vendor komputer mulai berlomba perkenalan laptop dengan berkemampuan Wimax.

Adalah Acer, Toshiba dan Lenovo, 3 vendor yang mengambil momen tersebut.

Acer misalnya, memperkenalkan 2 produk terbarunya dari Acer Aspire dengan model 14.1-inch Aspire 4930-6862 dan 16-inch Aspire 6930-6771. Kedua laptop tersebut dibanderol seharga US$899 dan dipersenjatai dengan platform Intel Centrino 2 dengan prosesor 2.0GHz Core 2 Duo T7350, RAM 3GB dan kapasitas harddisk 320GB.

Toshiba juga memperkenalkan laptop siap Wimax dengan nama Satellite U405-ST550W dengan model 13-inch dengan spesifikasi yang tak jauh beda dengan Acer.

Sementara Lenovo langsung memperkenalkan 4 laptop ThinkPad berkemampuan Wimax dengan seri ThinkPad SL300, SL500, T400, and X301.

Selain di Baltimore, Sprint juga akan memperluas jaringan Xohm Wimax nya ke negara bagian lain seperti Chicago, Washington D.C., Philadelphia, Portland, Dallas dan Fort Worth, Texas. Demikian seperti dikutip detikINET dari Cnet, Minggu (12/10/2008).

Ditulis dalam Internet, TI. Tag: . Leave a Comment »

Prediksi:Walau Krisis, Pembelian Elektronik Tetap Tinggi


Ilustrasi (corbis).

Washington – Walaupun perekonomian Amerika sedang mengalami krisis ekonomi yang hebat, namun diperkirakan pembelian terhadap barang-barang elektronik tetap meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat ekonomi Shawn DuBravac.

Menurut Shawn yang merupakan pengamat ekonomi dari CEA tersebut, hal itu karena krisis ekonomi yang melanda membuat orang lebih memilih untuk menghibur diri dan keluarga di rumah dengan menonton tv atau film, ketimbang mengeluarkan budget untuk menonton bioskop. Sehingga pengeluaran untuk membeli produk konsumer demi memenuhi kebutuhan hiburan mereka di rumah tetap ada.

Selain itu, penduduk Amerika Serikat juga diyakini akan lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli produk atau mengganti produk milik mereka dengan yang baru, namun dengan masa pakai yang lebih lama. Contohnya seperti ponsel. Demikian seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Minggu (12/10/2008).

Laskar Pelangi, Kisah Kalangan Pinggiran Menggapai Mimpi

Laskar Pelangi berkisah tentang 10 anak kampung di Desa Gantong, Pulau Belitong, Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD Muhammadiyah yang bangunannya nyaris roboh dan di malam hari menjadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup jika muridnya tidak sampai 10 orang.

Jika saja tak ada Harun (Jeffry Yanuar), seorang anak berusia 15 tahun dengan keterbelakangan mental, yang disekolahkan oleh ibunya agar tidak hanya mengejar anak ayam di rumah, tentu tidak pernah terjadi kisah ini.

Muslimah (Cut Mini) atau Bu Mus dan Pak Harfan (Ikranagara), dua orang inilah yang meneruskan perjuangan sekolah tersebut. Mereka menginginkan anak-anak miskin berhak untuk menggapai cita-cita. Rasa menyerah, putus asa, dialami Bu Mus dan Pak Harfan karena tidak adanya minat serta biaya bagi kaum miskin untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Maklum, bagi kalangan bawah, menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada beban biaya yang harus ditanggung selama bertahun-tahun. Termasuk tertutupnya kesempatan mempekerjakan si anak secara penuh waktu demi membantu mengurangi beban hidup yang berat.

Namun di hari itu Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Berkat Harun, jumlah murid genap menjadi 10 orang dan sekolah batal ditutup. Lalu, sepuluh murid itu diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Mus.

Lima tahun berlalu, Bu Mus, Pak Harfan dan ke sepuluh murid dengan keunikan dan keistimewaan masing-masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia.

Seperti diketahui, film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata. Ini adalah novel pertama Andrea. Kabarnya, novel ini adalah memoar masa kecilnya dan semua pelakunya adalah nyata.

Laskar Pelangi adalah teman-teman masa kecil Andrea saat bersekolah di sekolah kampung yang miskin di Belitong. Tapi, tidak disebutkan secara eksplisit dalam novel itu oleh Andrea Hirata bahwa itu adalah kisah nyata.

Setelah diangkat ke layar lebar, film yang disutradarai Riri Riza itu berhasil menampilkan setting akhir tahun 1970an.

Pemandangan indah dan menarik membuat film ini tak membosankan ditonton dari awal hingga akhir. Isi cerita cukup mewakili penggambaran tentang semangat mengejar cita-cita.

Film ini sukses mencampur aduk perasaan penonton. Ada bumbu serius, lucu, dan sedih.

Ada satu adegan lucu yakni ketika Ical jatuh cinta kepada A Ling. Cinta monyet itu berawal dari membeli kapur. Berikutnya, Ical rela melakukan apapun agar dapat bertemu kembali dengan A Ling, walau untuk itu dia harus membagikan kapur kepada anak-anak Laskar Pelangi.

Nah, apakah film ini sesuai bayangan Anda ketika membaca novelnya? Temukan jawabannya dengan langsung menontonnya sendiri. Anda tak akan puas jika hanya membaca review film Laskar Pelangi.(ang)

OST Laskar Pelangi, Bertabur Pelangi

JAKARTA – Laskar Pelangi laris manis mulai dari novel, film, hingga soundtrack (OST)-nya. Di album OST Laskar Pelangi, beberapa lagu mencomot kata ‘pelangi’.

Lagu pertama yang disajikan tentu saja buah karya Nidji berjudul Laskar Pelangi. Lagu yang sudah akrab di telinga penikmat musik dan menghiasi chart di radio ini terdengar apik.

Gesekan biola dan cello menghasilkan kesatuan nada harmonis yang mengundang telinga untuk terus menerus mendengarkan lagu ciptaan vokalis Nidji, Giring, itu.

Tak ketinggalan, Sherina. Setelah ikut mengisi OST Ayat-Ayat Cinta, mantan aktris cilik itu tampil di OST Laskar Pelangi dengan Ku Bahagia. Syairnya satir menceritakan kehidupan getir sepuluh anak Laskar Pelangi.

Walau makan susah
Walau hidup susah
Walau ‘tuk senyum pun susah
Rasa syukur ini karena bersamamu
Juga susah dilupakan
Oh, ku bahagia, ku bahagia

Beralih ke lagu Netral berjudul Lintang, penikmat lagu rock pasti senang mendengarnya. Di tengah lagu-lagu lain bernada slow, Netral datang menghentak telinga. Band beranggotakan tiga orang itu mencoba menceritakan sosok Lintang yang pantang menyerah dan pejuang tangguh.

Kemudian Gita Gutawa memamerkan suara emasnya dalam lagu Tak Perlu Keliling Dunia. Lagu itu tak beda dengan lagu di album Gita yang bertema musikal. Dia berusaha menggambarkan perasaan Ikal ketika bertemu A Ling.

Sahabat Kecil dibawakan Ipang ‘BIP’ untuk menggambarkan persahabatan sepuluh anak Belitong yang tergabung dalam Laskar Pelangi.

Float lewat lagu Waltz Musim Pelangi, terdengar berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Tak ketinggalan Garasi dengan lagu Sahabat mencoba mengurai arti sahabat.

Mengejar Harapan menjadi andalan Gugun & the Bluesbug. Terakhir, Veris Yamarno, pemeran Mahar, dan Makarama membawakan lagu Bunga Seroja. Lagu itu dalam film Laskar Pelangi, dinyanyikan Mahar menghibur hati Ikal yang bersedih karena patah hati.

Sel Surya Buatan Dalam Negeri Justru Dipesan Luar Negeri

Potensi energi terbarukan di Indonesia belum banyak dimanfaatkan untuk menjawab krisis minyak bumi (bahan bakar fosil). Salah satu potensi adalah sel surya dari tenaga matahari sebagai pembangkit listrik, seperti ditemui di Pantai Parang Rucuk, Tanjungsari, Gunung Kidul, DIY, Rabu (7/5). Sepasang panel menghasilkan 80 watt. Panel surya ini dipasang sejak 2005.

Jumat, 10 Oktober 2008 | 17:01 WIB

JAKARTA, JUMAT – Sel surya dari industri dalam negeri yang sedang dirancang Wilson Walery Wenas dari Institut Teknologi Bandung, dengan investor Bakrie Power dan investor dari Amerika Serikat, justru sudah dipesan pembeli dari luar negeri.

Pemesanan sebesar 10 megawatt (MW) datang dari Spanyol dan harus bisa dipenuhi Mei 2009. Sementara itu, pemesanan dari konsumen dalam negeri sama sekali belum ada, padahal kapasitas produksinya 90 MW per tahun.

Wilson ketika dihubungi Kompas dari Jakarta, Kamis (9/10), mengatakan, lokasi industri sel surya yang masih tahap persiapan itu berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan nama perusahaan Nano-PV. Jenis sel surya yang akan diproduksi berupa sel surya generasi kedua, yaitu sel surya thin film (lapisan tipis) dari hasil temuan Wilson yang kini sudah dipatenkan.

“Teknologi yang saya temukan itu nanti akan digabungkan dengan teknologi dari Amerika Serikat,” kata Wilson.

Termurah di dunia

Harga komersial sel surya yang diharapkan, menurut Wilson, bisa mencapai 0,8-0,9 dollar AS per watt. “Harga demikian akan menjadikan sel surya Nano-PV menjadi yang termurah di dunia,” kata Wilson.

Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, industri sel surya memiliki produk akhir yang ramah lingkungan. Akan tetapi, pada proses pembuatannya harus dicermati karena tergolong tidak ramah lingkungan.

Menanggapi persoalan ini, Wilson mengatakan, pembuatan sel surya pada generasi pertama diakui memang tidak ramah lingkungan. Penggunaan logam berat merkuri masih dominan.

“Namun, tidak demikian halnya untuk produksi sel surya generasi kedua yang tidak mengandalkan penggunaan logam berat merkuri,” kata Wilson menjelaskan.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Arya Rezavidi, kebutuhan dalam negeri terhadap sel surya sebetulnya cukup tinggi. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pemanfaatan energi yang berasal dari sel surya mencapai 800 megawatt. Padahal, kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 10 megawatt.

Dengan target yang cukup ambisius tersebut, menurut Arya, semestinya setiap tahun pemerintah menargetkan penginstalan sel surya dengan kapasitas 40 megawatt. Namun, target ini belum tercapai. (NAW)

GARASI Baru Lengket di Album Kedua

AKARTA, MINGGU – Fedi Nuril, Ayu Ratna, dan Aries Budiman mengaku baru lengket satu sama lain  alias mebdapat kemistri dalam bermusik ketika menggarap album kedua mereka, yang bertajuk GARASI II dan dirilis Juli lalu.

Beranjak dari grup yang dibentuk atas sebuah cerita film berjudul GARASI, Fedi (gitar dan keyboard) merasa ketika itu dirinya bersama Ayu (vokal dan gitar) dan Aries (drum) hanya mengikuti apa yang diarahkan oleh Mira Lesmana dan Agung Sentausa, produser dan sutradara film tersebut. “Dulu kami menuruti apa yang diperintahkan mereka, sehingga belum terpikirkan untuk mementingkan ego masing-masing. Jadi, kemistri baru ada pas album kedua,” kata Fedi di Jakarta, Sabtu (11/10).

Pemilihan musik rock alternatif membuat ketiga pemain utama film GARASI ini merasa bahwa mereka berada dalam satu napas. “Dalam album kedua ini kami lebih bebas menentukan musik yang sesuai dengan jiwa kami bermusik. Enggak harus mengikuti pangsa pasar,” ujar Aries.

Kekompakan mereka bertambah ketika Fedi, yang  lebih dulu terjun ke dunia hiburan serta dikenal sebagai model dan bintang film, tetap mengutamakan kegiatan bermusiknya bersama Aries dan Ayu. “Buat Fedy, GARASI nomor satu, dan itu dibuktikannya, ketika film Ayat-Ayat Cinta booming, ia tetap memperhatikan GARASI,” ungkap Aries. “Gue merasa apa yang gue dapatkan di film bisa dibilang cukup sukses dan gue berharap apa yang gue lakukan di musik bisa sampai ke taraf itu,” tambah Fedi. (C-03)

Ditulis dalam Musik. Tag: . Leave a Comment »

GARA-GARA BOLA: Cerita Lain dari Dunia Bola

Produser: Nia Dinata
Sutradara: Agasyah Karim, Khalid Kashogi
Penulis: Agasyah Karim dan Khalid Kashogi
Genre: Olahraga/Komedi
Pemain: Winky Wiryawan, Herjunot Ali, Amink, Tarzan, Aida Nurmala, Laura Basuki
Produksi: Happy Ending Pictures

LEWAT divisi baru rumah produksi Kalyana Shira Film, Happy Ending Pictures, sutradara dan produser Nia Dinata mencoba menyuguhkan energi baru. Ke depan, katanya, dengan bendera baru itu, pihaknya ingin memberikan tontonan yang ringan buat market remaja yang pasarnya kian luas seiring dengan pertumbuhan industri perfilman di Tanah Air.

“Ini jadi salah satu divisi di Kalyana Shira Films. Tujuannya menggarap pasar film untuk anak muda dan semua umur,” katanya di Jakarta, Jumat.

Gara-Gara Bola, menjadi proyek awal Nia menggunakan bendera Happy Ending Pictures,. Film yang dibintangi Winky Wiryawan, Herjunot Ali dan Amink ini, disutradarai Agasyah Karim dan Khalid Kashogi, dua sutradara muda pendatang baru.

Selain menggarap pasar film untuk remaja dan segala umur, ciri khas lainnya dari divisi tersebut adalah digunakannya format digital HDPro dalam penggarapan filmnya. Nia berasalan penggunaan format digital ini karena gambar dan dana.

“Bikin film dengan format ini bisa memangkas dana produksi hingga 50 persen, dan yang terpenting lewat format ini akan lebih baik bagi sutradara pemula sebab misalnya tidak pas dengan adegan yang sudah diambil bisa dihapus, sementara kalau format Celuloid 35mm kan biayanya cukup mahal,” katanya.

SINOPSIS
Dua sahabat, Ahmad (Winky Wiryawan) memiliki usaha desain t-shirt kecil-kecilan, sementara Heru (Herjunot Ali) bekerja sebagai kasir di restoran waralaba bakmi milik ayahnya. Mereka penggemar berat sepakbola dan kos di tempat yang sama Juli 2006, empat hari setelah semifinal Piala Dunia.

Saking ngefans-nya dengan tim Jerman, mereka taruhan untuk Jerman, sementara pemenang piala dunia adalah Italia. Heru dan Ahmad punya waktu hingga malam pertandingan final piala dunia untuk melunasi hutang, atau mereka harus menghadapi debt collector kiriman salah satu bandar judi bola terbesar di Jakarta.

Mereka  harus memutar otak, patungan demi melunasi hutang. Heru dipecat oleh bosnya yang bernama Mieke (Aida Nurmala) dengan persetujuan ayahnya (Tarzan). Situasi menjadi semakin parah ketika Ahmad dan Heru diusir dari kontrakan oleh ibu kos mereka (Aming).

Lantas bagaimanakah nasib mereka selanjutnya? Akankah keberuntungan akan berpihak kepada mereka atau justru malah sebaliknya? (EH)

Rudi Sudjarwo Kepincut Kambing Jantan

JAKARTA, SABTU – Sutradara Rudi Soedjarwo  bakal kembali disibukkan dengan penggarapan film terbarunya. Setelah menggarap film Liar, yang dibintangi Raffi Ahmad  dan Irgi Fahrezi, sutradara yang namanya bersinar lewat film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?) itu,  akan terbang ke Australia untuk memulai penggarapan syuting film Kambing Jantan.

Film ini, kata Rudi, merupakan film yang diangkat dari catatan harian seorang blogger bernama Raditya Dika. Diakui pria kelahiran 7 November 1971 ini, penggarapan film ini akan memberinya sebuah pengalaman yang baru dan menantang.

“Beban pasti ada, karena pembaca novel sangat loyal dan terobsesi terhadap Dika. Saya tertarik ketika membaca pengalamannya Dika,” ujarnya.

Demi mendapatkan atmosfer novelnya, Raditya Dika, sang penulis, selain dipercaya turut menggarap penulisan skenarionya bersama Salman Aristo dan Mouly Surya, ia juga akan didapuk menjadi pemain utamanya.  “Senin (13 /10)  nanti, kita akan memulai syuting selama tujuh hari di Australia,” ujar di Cipete, Jakarta Selatan. Jumat (10/10).

Dalam penggarapannya, Rudi memilih muka-muka baru. Selain melibatkan langsung sang penulis novel, Rudi juga melibatkan Edric Tjandra, Herviza Novianti, dan Sarah Safitri.

Disinggung soal target yang ingin dicapai dari film terbarunya ini, Rudi mengaku tak mau muluk-muluk. “Yang penting gambarnya bagus dan nakal. Saya enggak pernah menargetkan jumlah penonton. Buat saya yang penting ngeshoot,” ujarnya.

Rudi mengaku ia tak mau terjebak dengan kesuksesan yang pernah ditorehnya lewat AADC .”Saya enggak mau terjebak dalam keseksesan massa lalu, karena  fenomenal itu tidak bisa sukses dua kali,” tegasnya.

Rencananya, film Kambing Jantan, akan dirilis ke pasaran pada Februari 2009 mendatang. (C-02/EH)

Kualifikasi Piala Dunia 2010:Hasil Pertandingan di Zona Eropa

Jakarta – Sebanyak 22 pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa digelar Sabtu (11/10/2008) malam atau Minggu dinihari WIB. Berikut ini rangkuman hasil selengkapnya:

Grup 1

Hongaria 2 (Sandor Torghelle 49, Roland Juhasz 81)
Albania 0

Swedia 0
Portugal 0

Denmark 3 (Soren Larsen 10, 47, Daniel Agger 29pen)
Malta 0

Grup 2

Swiss 2 (Alexander Frei 63, Blaise N’kufo 73)
Latvia 1 (Deniss Ivanovs 71)

Luksemburg 1 (Rene Peters 14)
Israel 3 (Yossi Benayoun 1pen, Omer Golan 63, Salim Toama 82)

Yunani 3 (Angelos Haristeas 32, 51, KostasKatsouranis 40)
Moldova 0

Grup 3

Polandia 2 (Pawel Brozek 27, Jakob Blaszczykowski 53)
Republik Ceko 1 (Martin Fenin 87)

San Marino 1 (Andy Selva 45)
Slovakia 3 (Stanislav Sestak 33, Jan Kozak 39, Miroslav Karhan 50)

Slovenia 2 (Milivoje Novakovic 84, Zlatan Ljubijankic 85)
Irlandia Utara 0

Grup 4

Finlandia 1 (Mikael Forssell 62 pen)
Azerbaijan 0

Wales 2 (David Edwards 42, Mario Frick 80 bd)
Liechtenstein 0

Jerman 2 (Lukas Poldoski 9, Michael Ballack 28)
Rusia 1 (Andrei Arshavin 51)

Grup 5

Turki 2 (Sabri Sarioglu 51, Mevlut Erdinc 66)
Bosnia 1 (Edin Dzeko 27)

Belgia 2 (Wesley Sonck 21, Marouane Fellaini 38)
Arminia 0

Estonia 0
Spanyol 3 (Juanito 34, David Villa 37pen, Carles Puyol 69)

Grup 6

Inggris 5 (Rio Ferdinand 52, Alexandr Kuchma 62og, Wayne Rooney 76, 86, Jermain Defoe 90)
Kazakhstan 1 (Zhambyl Kukeyev 68)

Ukraina 0
Kroasia 0

Grup 7

Serbia 3 (Branislav Ivanovic 6, Milos Krasic 34, Nikola Zigic 83)
Lithuania 0

Rumania 2 (Florentin Petre 6, Dorin Goian 17)
Prancis 2 (Franck Ribery 38, Yoann Gourcuff 69)

Grup 8

Georgia 1 (Levan Kobiashvili 73)
Siprus 1 (Michael Konstantinou 66)

Bulgaria 0
Italia 0

Grup 9

Skotlandia 0
Norwegia 0

Belanda 2 (Joris Mathijsen 15, Klaas Huntelaar 65)
Islandia 0