UFO ‘Piknik’ ke Bumi Sejak 1947


UFO dipercaya telah mengunjungi bumi sejak 1947

LONDON – Sebuah laporan menyatakan bahwa benda terbang misterius, yang disebut sebagai UFO, ternyata sering mengunjungi bumi sejak tahun 1947.

Editor dari majalah UFO Data, Philip Mantle memiliki kesimpulan tersebut setelah ia mengadakan investigasi di Roswell, New Mexico. Wilayah tersebut dipercaya oleh banyak orang sebagai tempat persinggahan UFO dan bersemayamnya alien pada tahun 1940.

Tidak tanggung-tanggung, investigasi itu ia lakukan dengan meneliti bebatuan, pasir dan vegetasi lingkungan di tempat tersebut. Peneltiian tersebut ia anggap cukup sulit karena selain wilayah tersebut dikelilingi oleh pohon-pohon kering dan semak belukar. Bahkan dalam lokasi tersebut, ia melihat adanya sebuah cairan biru, mirip dengan senyawa kimia, yang berjatuhan menetesi bebatuan.

Tidak hanya di New Mexico, Mantle pun mengaku mengunjungi sebuah lokasi pendaratan UFO yang terletak di Teluk Nogal, yang bersebelahan dengan gurun Socorro. Para ahli meyakini bahwa UFO pernah mendarat di lokasi ini pada tahun 1964.

“Teman baik saya menelepon dan memberitahukan lokasi tersebut. Tanpa pikir panjang, saya langsung terbang ke sana. Sesampainya di sana saya temukan sebuah tempat yang lain dari biasanya. Sangat istimewa dan aneh. Tidak ada mahluk apapun di sepanjang wilayah berukuran 70 mil tersebut. Hanya sebuah padang luas dan saya merasa berada di wilayah antah berantah,” ujar Mantle.

“Inggris telah mengalahkan Amerika dalam permainan yang mereka buat sendiri. Ini merupakan penemuan menakjubkan dalam sejarah UFO,” tambah Mantle, seperti dikutip melalui News Strait Times, Kamis (9/10/2008). (srn)

Berita Terkait:

Pesan Penduduk Bumi untuk Alien

Ilustrasi HD 189733b, planet sebesar Jupiter yang berada pada jarak 63 tahun cahaya dari Bumi. Atmosfernya mengandung uap air dan metan.
Kamis, 9 Oktober 2008 | 22:51 WIB

JAKARTA, KAMIS – Ribuan teks, gambar, dan foto telah dipaket dan dikirimkan ke planet asing yang berjarak 20 tahun cahaya dari Bumi atau setara 120 triliun kilometer. Pesan tersebut merupakan kumpulan hasil karya jutaan pengguna situs jejaring sosial Bebo melalui kompetisi yang disebut A Message From Earth.

Total terdapat 501 karya yang terpilih untuk dikirim ke luar angkasa dengan harapan muluk diterima alien dan dibalas. Seluruh karya dalam bentuk digital itu telah diterjemahkan ke dalam format biner dan dipancarkan melalui gelombang radio dari sebuah teleskop radio raksasa RT-70 milik Badan Antariksa Nasional di Ukraina.

Pengiriman pesan telah dilakukan Kamis (9/10) pukul 13.00 WIB. Oli Madgett dari Bebo mengatakan pesan tersebut sampai ke Bulan dalam 1,7 detik kemudian, dampai Mars dalam 4 menit, dan akan meninggalkan tata surya sebelum Jumat (10/10) pagi.

Target terakhir yang dituju adalah Planet Gliese 581C. Pesan tersebut baru akan sampai ke planet tersebut pada awal 2029. Gliese 581C merupakan salah satu planet ekstrasolar yang padat dan mengelilingi bintang serupa Matahari sehingga sering disebut super-Bumi.

“Pesan dari Bumi merepresentasikan kesempatan bagi pemukim digital hari ini untuk selalu terhubugn dengan sains dan alam semesta yang lebih luas secara sederhana, menyenangkan, dan mendalam,” ujar Mark Charkin, jurubicara Bebo.

Ada tidaknya makhluk lain selain manusia nun jauh di sana bukan hal yang utama. Kalaupun ada, apakah mereka dapat mengerti pesan tersebut juga tidak terlalu penting.

“Yang penting mungkin sangat sederhana, paling tidak ini bukit bahwa kita cukup pandai membuat pemancar radio,” ujar Seth Shostak, seorang astronom senior dari Search of Estraterestrial Institute (SETI) yang aktif melakukan pencarian terhadap alien.

Jadi, kalau ada alien yang menangkap pesan tersebut, mereka tahu ada makhluk yang sepintar mereka. Selain itu, mereka dapat melacak ke Bumi, asal gelombang dipancarkan.
WAH