Ubah Status di Facebook, Suami Habisi Istri


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Keji! Inilah akibatnya bila akal sehat tak lagi digunakan. Seorang lelaki di London membunuh istrinya dengan pisau pemotong daging dikarenakan istrinya mengubah statusnya menjadi ’single’ di situs pertemanan sosial Facebook. Pria tersebut merasa sakit hati dan dilecehkan.Wayne Forrester, 34 tahun, menyerang istrinya, Emma, setelah menulis di Facebook bahwa “ia ingin bertemu dengan lelaki lain”. Istrinya juga mengubah status di profile Facebook-nya menjadi “single” setelah pergi dari rumah suaminya.Menurut news.com.au, Forrester curiga istrinya berselingkuh dengan orang lain. Akibatnya, Forrester yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir truk mengancam akan membunuh istrinya.Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, Forrester mengatakan, “Emma dan saya baru saja berpisah. Ia kemudian membuat pesan di internet dan memberitahu semua orang bahwa ia telah berpisah dan hendak mencari pasangan baru.”"Saya sangat mencintainya dan sangat hancur serta terhina dengan apa yang ia lakukan,” ujar pria dari New Addington ini.Forrester menghadapi tuntutan penjara selama minimal 14 tahun. Hakim Brian Barker yang mengadili kasus ini berkata pada Forrester, “Anda melakukan suatu hal yang sangat keji. Tidak ada alasan atau pembenaran apa pun juga. Ini adalah pembunuhan yang sangat tragis,” jelas sang hakim.Menurut keterangan di pengadilan, Forrester menyetir ke kediamannya dan kemudian menyerang istrinya ketika istrinya tengah berada di tempat tidur.Tetangga sekitar yang mendengar jeritan kemudian menelepon polisi. Para petugas kemudian menjumpai Forrester duduk di depan rumah dengan pakaian penih darah. Ia pun langsung mengakui perbuatannya.

Ditulis dalam Internet. Tag: . Leave a Comment »

Rasisme Merebak di Facebook


Facebook (ist)

Jakarta – Berbagai grup online dibentuk di Facebook untuk beragam tujuan. Namun di Afrika Selatan, sekelompok mahasiswa malah memanfaatkan grup Facebook untuk mempromosikan hal yang tidak patut, yakni rasisme untuk menghina kelompok lain.

Dikutip detikINET dari SABC News, Sabtu (11/10/2008), sebanyak 13 mahasiswa dari  North West University, Afsel, telah diidentifikasi terlibat dalam pembentukan grup rasis tersebut. Saat ini, investigasi terus dikembangkan otoritas setempat.

Grup online rasis itu telah mempunyai sebanyak 48 anggota di internet. Bermacam komentar bernada rasis sebagai bentuk penghinaan kepada kaum lain bertebaran dalam grup di Facebook tersebut.

Untuk diketahui, Afsel punya sejarah rasis yang panjang di masa lalu dalam rezim Apartheid yang mengungkung kebebasan orang kulit hitam.

Keberadaan kelompok rasis ini membuat shock lembaga kemanusiaan negeri itu,  South African Human Rights Commission (SAHRC) karena melibatkan sejumlah mahasiswa. Adapun pihak universitas menjanjikan bakal memberi sanksi bagi mereka yang terlibat.